Tiga Guru Besar Baru Siap Dikukuhkan, Unisma Perkuat Kualitas Akademik dan Daya Saing Kampus
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
04 - Apr - 2026, 04:54
JATIMTIMES - Penambahan jumlah guru besar kembali menjadi fokus Universitas Islam Malang (Unisma) di tengah upaya memperkuat kualitas akademik dan daya saing kampus. Pada Mei mendatang, kampus ini dijadwalkan mengukuhkan tiga profesor baru dari bidang strategis, sebagai bagian dari percepatan pemenuhan standar perguruan tinggi unggul.
Rektor Unisma, Prof. Drs. Junaidi Mistar, PhD mengungkapkan bahwa penguatan sumber daya dosen terus dilakukan secara sistematis. Salah satu langkah utamanya adalah mendorong dosen mencapai jabatan akademik tertinggi melalui pendampingan intensif, terutama dalam menembus publikasi jurnal internasional bereputasi yang selama ini menjadi tantangan terbesar.
Baca Juga : UIN Malang Tekankan Peserta Beasiswa Teladan 2026 Wajib Pahami Juknis Seleksi Secara Detail
“Selama ini yang menjadi hambatan utama memang publikasi internasional. Karena itu, kami lakukan pendampingan secara berkelanjutan agar para dosen bisa mencapai syarat tersebut,” ujarnya saat diwawancarai belum lama ini.
Upaya ini menjadi penting menyusul kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang mensyaratkan kampus unggul memiliki minimal 30 hingga 40 persen dosen dengan jabatan lektor kepala dan guru besar. Secara rasio, Unisma disebut telah melampaui ambang batas tersebut jika kedua jenjang itu digabungkan. Namun, kampus tetap memberi perhatian khusus pada peningkatan jumlah profesor aktif.
Dalam waktu dekat, tiga guru besar baru akan dikukuhkan, terdiri dari dua akademisi bidang pertanian dan satu dari rumpun farmasi kedokteran. Penambahan ini diharapkan memperkuat kontribusi keilmuan sekaligus meningkatkan reputasi institusi di level nasional maupun internasional.
Secara keseluruhan, Unisma telah melahirkan sekitar 26 hingga 28 guru besar sepanjang perjalanannya. Namun, jumlah profesor aktif saat ini tercatat sebanyak 22 orang. Hal ini tak lepas dari faktor usia, di mana sebagian guru besar yang telah dikukuhkan sebelumnya telah wafat.
Baca Juga : Pendekatan Hati-Hati, Cara Pemkot Malang Serap Aspirasi Pedagang Pasar Besar
Dengan tambahan guru besar baru ini, Unisma terus mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang kuat, sekaligus menjawab tuntutan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
