Masuk Tahap Pondasi, Jembatan Sonokembang Kembali Tak Bisa Dilintasi
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Dede Nana
11 - Feb - 2026, 01:22
JATIMTIMES - Jembatan Sonokembang kembali tak bisa dilintasi. Namun kali ini bukan karena rusak, melainkan karena proses pembangunan jembatan permanen yang mulai masuk tahap krusial.
Penutupan dilakukan mulai 14 Februari hingga sekitar 17 Februari 2026. Selama tiga hingga empat hari ke depan, arus kendaraan dialihkan demi kelancaran pekerjaan konstruksi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra membenarkan penutupan sementara tersebut.
Baca Juga : Bupati Tulungagung Lantik 27 Pejabat Fungsional: Tinggalkan Kebiasaan Lama yang Pasif
“Iya mas, ditutup mulai 14 Februari sampai 3 atau 4 hari ke depan, tanggal 17 Februari 2026,” ujar Jaya, sapaan akrabnya.
Jaya menjelaskan, penutupan bukan karena ada kerusakan. Melainkan adanya pergeseran posisi Jembatan Bailey yang selama ini menjadi akses pengganti.
Saat ini, pembangunan jembatan permanen yang dimulai Februari 2026 memasuki tahap pemasangan pondasi. Proses tersebut memakan sebagian ruang yang sebelumnya digunakan Jembatan Bailey.
“Jadi ada pemasangan pondasi yang memakan tempat Jembatan Bailey. Maka dari itu dipindah,” jelasnya.
Agar pekerjaan berjalan optimal, akses kendaraan pun harus dihentikan sementara. Dishub Kota Malang telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk meminimalkan dampak kemacetan.
Pengendara dari arah Jalan Sulfat Simpang Utara menuju Jalan LA Sucipto dapat melalui Jalan Kapiworo, kemudian ke Jalan Industri Wendit Barat. Alternatif lainnya, bisa memanfaatkan Jalan Sunandar Priyo Sudarmo. Namun, kepadatan diprediksi tetap terjadi, khususnya di kawasan Sulfat.
“Ya mungkin padatnya di Jalan Sulfat itu akan terjadi kepadatan. Kami sudah mengatur lalu lintas seperti yang sebelumnya,” imbuh Jaya.
Baca Juga : Sekda Budiar Kuatkan Kelembagaan DWP Setda dan DWP Perangkat Daerah Kabupaten Malang
Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto menambahkan bahwa pergeseran Jembatan Bailey memang menjadi bagian dari skenario teknis pembangunan. Menurutnya, langkah ini diperlukan agar mobilisasi alat berat lebih leluasa dan pekerjaan konstruksi bisa berjalan tanpa hambatan.
“Langkah ini diperlukan untuk mobilisasi alat berat agar lebih leluasa sehingga pengerjaan konstruksi berjalan lancar,” tegasnya.
Sebagai informasi, pembangunan jembatan permanen Sonokembang menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis Kota Malang tahun ini. Meski sempat membuat akses terhenti sementara, pemerintah memastikan pekerjaan dikebut agar konektivitas kawasan tersebut segera kembali normal dengan konstruksi yang lebih kuat dan aman.
Saat ini, jembatan bailey di Kelurahan Pandanwangi tersebut hanya dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Sedangkan untuk kendaraan dengan tonase berat, tidak diperbolehkan melintas karena terbatasnya kekuatan konstruksi jembatan.
